Desir angin menggugurkan daun-daun dari rantingnya
Menimpa kepala-kepala dan pundak-pundak anak manusia
Yang berbaris rapi, menanti sesuap nasi
Di sana
Di bawah pohon tak beratap
Di dekat danau yang penuh kenangan
Terduduk seorang anak manusia
Menanti datangnya secercah cahaya
Cahaya hangat yang penuh cinta
Namun
Cahaya yang dinanti tak kunjung datang
Tergantikan oleh histeris kegelapan
Kegelapan yang penuh dengan rasa takut
Takut akan rasa lapar
Takut akan rasa haus
Takut tak dapat lagi melihat hari esok
Langit...
Bumi...
Saksikanlah...!!!
Kini pergantian musim
Tak hanya menggugurkan daun dari rantingnya
Tapi juga menggugurkan harapan hidup dari anak manusia